Suata
hari terjadi sebuah perang antara Devil Claudt dengan Police, namun saying dalam
pertempuran ini pihak Police tidak bisa menangani para Red Line ini. Pada saat itu putra dari
General Police yaitu Heryan ikut dalam pertempuran itu, namun pasukan yang ikut
dengannya gugur semuanya. Heryan terjebak dalam area pertempuran sendiri.
Tiba-tiba dari belakang Heryan disergap oleh pihak Red Line Devil Cloudt dan
dibawa ke Markas Besar Devil Cloudt.
Ayah
Heryan yaitu General Police kebingungungan mencari dimana putranya itu, General
memutuskan untuk membuat sebuah pesan rahasia yang akan dikirimkan secara acak/
random ke salah satu tempat di dunia.
Ilham,
Abdul, Gilang waktu itu sedang asyik berinternet ria di sekolah setelah pulang
sekolah. Ilham mengecek email miliknya, Ilham kaget setelah melihat salah satu
email di inboxnya, ternyata email tersebut merupakan pesan rahasia yang dikirim
oleh pihak Police. Ilham tidak langsung percaya dengan hal itu, begitu juga
dengan Abdul dan Gilang. Tapi ketidakpercayaan itu terpatahkan, keesokan harinya
mereka menerima senjata tanpa tahu pengirimnya.
Hal
tersebut mengawali kisah mereka ini, mereka diberi tugas untuk menyelamatkan
putra sang General. Mereka dijemput dengan sebuah kapal induk milik Police
bidang pertahanan laut. Tak mudah bagi mereka menembus pertahanan di Markas
Besar Devil Cloudt, tembakan dan perkelahian tak terelakan lagi. Setelah ketiga
anak tersebut (Abdul, Ilham, dan Gilang) berhasil menyelamatkan Heryan, mereka
membawa pulang Heryan ke Markas Police. Semua bergembira karena Heryan dapat
kembali dengan selamat. Namun, kegembiraan itu terusik karena, pimpinan dari
Devil Cloudt belum ditemukan, mereka berangkat lagi untuk mencarinya.
Pemimpin
dari Devil Cloidt konon pergi ke pulau seberang yang di kenal dengan pulsa
terasing. Pertempuran darat dan udara tak terelakan lagi karena sebelumnya
pemimpin dari Devil Cloud sudah mempersiakan semua pertahan itu.
Pada
akhirnya, pimpinan Devil Cloudt tertangkap dan memutuskan untuk mengadakn
sebuag perdamaian. Kedua pihak setuju untuk menandatangani perjanjian
perdamaian tersebut. Ilham, Abdul, dan Gilang akhirnya dikembalikan ke daerah
mereka.
0 komentar:
Posting Komentar